
Pelantikan Pengurus Wilayah ISMI DKI Jakarta 2026–2031, Dorong Ekonomi Hijau dan Kolaborasi Pengusaha
JAKARTA – Pengurus Wilayah Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) DKI Jakarta masa bakti 2026–2031. Anggota Ismi resmi di lantik pada Rabu (15/7/2026) di Balai Kota DKI Jakarta. Kepengurusan baru yang di pimpin Rhesa Yogaswara sebagai Ketua Umum tersebut membawa agenda memperkuat ekonomi hijau (green economy), memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengoptimalkan jaringan pengusaha Muslim untuk mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global.
Baca Juga | Film Arwah Legong Adalah Film Yang Paling Di Tunggu
Prosesi pelantikan di hadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, pengurus Majelis Pengurus Pusat (MPP) ISMI, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
Program Strategis Yang Berfokus Pada Peningkatan Daya Saing
Dalam periode kepengurusan 2026–2031, ISMI DKI Jakarta menetapkan sejumlah program strategis yang berfokus pada peningkatan daya saing pelaku usaha, penguatan ekosistem ekonomi berbasis keberlanjutan, transformasi digital, serta perluasan jejaring bisnis nasional dan internasional.
Ketua Umum PW ISMI DKI Jakarta, Rhesa Yogaswara. Ia menyampaikan bahwa tantangan dunia usaha saat ini harus di jawab melalui kemampuan beradaptasi dan memperkuat kolaborasi. Menurutnya, organisasi akan menjadi wadah bagi para pengusaha Muslim untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, serta membangun kemitraan yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Anggota ISMI DKI Jakarta, Muhammar Amin
Salah satu anggota ISMI DKI Jakarta, Muhammar Amin, yang juga merupakan dosen Program Magister Manajemen Universitas Islam Jakarta. Ia menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada pada fase pemulihan. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan membaca perubahan pasar dan menangkap peluang yang muncul seiring membaiknya aktivitas ekonomi.
“Kondisi ekonomi saat ini memang masih dalam masa pemulihan. Namun, di setiap tantangan selalu terdapat peluang. Pengusaha harus mampu melihat peluang tersebut melalui inovasi, peningkatan kualitas produk dan layanan, serta keberanian melakukan transformasi bisnis,” ujar Muhammar.
Kekuatan Sinergi Dan Kolaborasi Antarpelaku Usaha
Ia menambahkan, keberhasilan dunia usaha ke depan tidak lagi hanya di tentukan oleh kemampuan memproduksi barang atau jasa, tetapi juga oleh kekuatan sinergi dan kolaborasi antarpelaku usaha dalam membangun rantai pasok yang lebih efisien dan berdaya saing.
Menurut Muhammar, prinsip kolaborasi perlu di terapkan pada setiap tahapan produksi maupun distribusi sehingga tercipta efisiensi, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital juga harus menjadi bagian dari strategi utama perusahaan.
Digitalisasi Membuka Akses Pasar Yang Lebih Luas
“Era ekonomi digital merupakan momentum emas bagi pengusaha Indonesia. Digitalisasi membuka akses pasar yang lebih luas, mempercepat proses bisnis, meningkatkan efisiensi pemasaran, serta memperkuat hubungan dengan konsumen. Karena itu, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan transformasi digital sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan,” katanya.
Melalui kepengurusan baru ini, ISMI DKI Jakarta di harapkan mampu memperkuat peran pengusaha Muslim. Peran dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Selain menjadi mitra strategis pemerintah, ISMI juga di harapkan menjadi ruang kolaborasi bagi dunia usaha untuk menciptakan inovasi, memperluas investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta sebagai salah satu pusat ekonomi nasional menuju kota global.